Latest Tweets:

Tania, quicky quilling teacher plus lunch partner!

19 April 2012

Got one box of paper strips, plus 5 simple techniques of paper quilling from Syaifa Tania :) she made my day! Can’t wait to explore and share the quilling works with my future students..hihi

siapa tahu apa bedanya penyu dan kura2? #ilovezoo (Taken with instagram)

siapa tahu apa bedanya penyu dan kura2? #ilovezoo (Taken with instagram)

fotobox kedua! ;) (Taken with instagram)

fotobox kedua! ;) (Taken with instagram)

Mirah Mahaswari: Berkarya, Berbagi, Berkorban (repost Progresif ed. Maret 2012)

Perawakannya kecil dan ramping. Rambutnya tergerai rapi sebahu. Cara berjalannya tenang, tidak tergesa-gesa, dengan sedikit sentuhan lembut yang khas. Namun, mata gadis itu berbinar cerdas, hidup. Ketika berbicara, ia kerahkan energi yang luar biasa dibandingkan postur tubuhnya, dengan diksi yang  ia pilih dengan cerdas. Gadis itu bernama Mirah Mahaswari.

Gadis kelahiran 28 April 1989 ini merupakan salah satu dari dua belas Brand Ambassador Lustrum ke-14 Padmanaba. Banyak yang bertanya, bagaimana mungkin seorang gadis, yang baru saja lulus kuliah, bisa terpilih sebagai brand ambassador? Namun, Mirah bukannya tanpa modal. Mahasiswi lulusan jurusan Komunikasi Universitas Gajah Mada ini justru berlimpah segunung prestasi.

Bahkan ketika Mirah masih duduk di bangku SMA enam tahun lalu, ia berhasil menyabet gelar peraih nilai kelulusan tertinggi jurusan IPS SMA Negeri 3 Yogyakarta. Kini, ketika ia sudah naik ke jenjang universitas, pada tahun 2011, ia berhasil terpilih sebagai Mahasiswa Teladan Universitas Gajah Mada 2011. Mirah juga menjadi FISIPOL Idol 2009; pernah mendapatkan kesempatan belajar di AS selama beberapa minggu dan di Seoul, Korea Selatan, selama satu semester (2010); mengikutiInternational Youth Summer Camp on Astronomy and World Heritage diSuzhou-China (2009); meraih gelar semifinalis dalam Nielsen Challenge, National Competition on New Marketing Strategy (2011); dan seabrek prestasi lainnya.

Dengan semangat yang begitu besar, tidak heran seorang Mirah Mahaswari dapat mengisi tujuh lembar curriculum vitae-nya dengan beragam penghargaan, organisasi, dan publikasi. Namun, prestasi Mirah Mahaswari yang terhebat bukanlah memenangkan kejuaraan internasional, melainkan mengabdi dalam gerakan Indonesia Mengajar.

Indonesia Mengajar merupakan sebuah program pendidikan, di mana mahasiswa-mahasisiwi terpilih dikirim untuk mengajar di pedalaman paling terpencil di Indonesia. “Seleksinya memang cukup ketat,” ia menambahkan. “Untuk angkatanku, ada 8.000applicant dan yang diterima hanya 50 orang.”

Tetapi, lepas dari ketatnya seleksi yang ada, agaknya pilihan para mahasiswa ini cukup membuat dahi mengernyit. Mengapa memilih untuk meninggalkan kehidupan nyaman di kota untuk bersusah payah mengajar di pedalaman? Mirah Mahaswari punya alasan.

“Harga pendidikan masih begitu mahal untuk remaja sebaya lainnya,” ia menjelaskan. “Mereka bahkan belum memiliki listrik ataupun air bersih. Aku pikir, aku yang punya kesempatan lebih untuk belajar tinggi, mengapa tidak mengabdi? Memberi sedikit pengetahuan yang aku miliki untuk mereka.”

Memberi, juga berkorban. “Yang dicari adalah mereka yang mau berkorban lebih; mereka yang mau menghilangkan hura-hura untuk mengajar selama satu tahun. Karena kami kemungkinan akan dikirim ke hutan juga, jadi sewaktu masa training nanti pun, kami akan putus dari listrik enam hari dalam seminggu. Sehingga kami tahu batasan paling buruk agar nantinya dapat survive.”

Bagi Mirah Mahaswari, keikutsertaannya dalam Indonesia Mengajar adalah pemenuhan tugasnya sebagai seorang puteri bangsa. Baginya, semua fasilitas dan pendidikan yang ia dapatkan sejauh ini adalah sebuah persiapan bagi tugas yang lebih besar—berbagi bagi bangsa.

Semangat ini pantas membawa seorang Mirah Mahaswari menjadi Brand Ambassador Lustrum XIV Padmanaba. Mengusung tagline “Berkarya bagi Indonesia”, Lustrum XIV akan menghadirkan beragam event, dari bidang seni hingga sosial, yang memiliki tujuan satu, mengabdi tanpa pamrih bagi kemajuan Indonesia. Selaras dengan prinsip yang diusung oleh Mirah—dan juga seluruh Padmanaba dalam 70 tahun pengabdian mereka.

Kembali ke Mirah Mahaswari, satu pertanyaan terakhir: Apakah ia siap melaksanakan tugasnya? “Siap! Excited juga,” jawabnya mantap.

Begitu pula Padmanaba, siap berkarya untuk Indonesia.

Oleh: Muhammad Akib Aryo Utomo


Naaahhh, jadi posting sebelum ini ngelink langsung via PADMANABA taunya malah bentuknya foto, bukan artikelnya. Hehe, padahal ada beberapa yang pingin dikoreksi, diantaranya:

1. saya udah lulus dan wisuda saat di-interview

2. dan syarat mutlak ikut IM memang sudah harus lulus sih, hehe

3. For now, I’m not even sure that PM 4 jumlahnya 50 org, saat itu saya hanya berusaha membandingkan jumlah tahun-tahun sebelumnya saja

Hehehe…but it’s an honorable article anyways, since I was joining PROGRESIF back in my highschool time. I used to wrote articles before, but now I have them written me in it. Thanks God that so COOL!  

*2
Mirah Mahaswari: Berkarya, Berbagi, Berkorban
sebuah artikel dari Padmanaba, oh thank youuu so much for this one!

Mirah Mahaswari: Berkarya, Berbagi, Berkorban

sebuah artikel dari Padmanaba, oh thank youuu so much for this one!

*2
writingtools:

it’s so cute.. ^^
http://weheartit.com/entry/21783443

sweet one!

writingtools:

it’s so cute.. ^^

http://weheartit.com/entry/21783443

sweet one!

*54
me. waiting.

me. waiting.

(Source: only-drawing2)

*1
one of the best shot in my graduation photo session! hihihihi :)

one of the best shot in my graduation photo session! hihihihi :)

70 Tahun Padmanaba, Beyond Legacy & Dream

70 Tahun Padmanaba, Beyond Legacy & Dream